Malam ini aku akan melakukan perjalanan menuju Paris van Java alias Kota Kembang alias Bandung. Perjalanan ini akan memakan waktu sekitar kurang lebih tiga jam saja. Aku tidak ingat sudah berapa ratus kali aku melakukan perjalanan malam menuju Bandung dengan menggunakan layanan mobil travel. Udara yang dingin dan hujan yang menderu di malam sampai pagi hari tidak pernah menyurutkan aku untuk menikmati atmosfir di setiap perjalananku.
Kali ini tujuan perjalananku adalah untuk menghadiri sebuah seminar kebahasaan dan seni yang dilaksanakan di Universitas Pendidikan Indonesia, tempat di mana aku menggondol gelar undergraduate dan master. Seminar ini akan dilaksanakan pada hari Rabu 25 November 2009 di Auditorium JICA. Nampaknya seminar ini akan berakhir di sore hari menjelang senja. Pada hari Kamis aku harus menemui direktur Balai Bahasa UPI untuk meneruskan pembicaraan mengenai MoU pelaksanaan TOEFL test di Universitas Kuningan. Setelah semua tugas ini beres, aku tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk "cruising" alias jalan-jalan di Bandung. Acara jalan-jalan ini akan aku isi dengan mengunjungi Cihampelas Walk a.k.a Ciwalk dan Toko TIGA. Tujuan utama acara jalan-jalan ini adalah untuk menambah koleksi baju (khususnya M-Gee dan Watchout) dan koleksi buku-ku. Ini sudah menjadi rutinitas yang wajib ditunaikan.
Yang membuat perjalanan ini sedikit berbeda adalah bahwa keikutsertaanku di seminar ini merupakan tugas tambahan dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris UNIKU. Jadi, aku membawa bendera UNIKU dalam perhelatan ilmiah ini. Selama aku menuntut ilmu di jenjang master di universitas ini aku beberapa kali terlibat dalam seminar internasional baik sebagai peserta maupun pembicara dengan mengatasnamakan Sekolah Pascasarjana UPI, bukan UNIKU.
Pada seminar kali ini aku berstatus sebgai peserta, bukan pembicara karena seminar ini bukan merupakan seminar yang bersifat terbuka (tidak ada parallel session seperti di Conference on Applied Linguistics yang pernah aku ikuti). Aku berharap bisa menemukan pencerahan baru dalam bidang kebahasaan dan pengajaran Bahasa Inggris di Indonesia (TEFL). Tak ada hal yang lebih menarik bagiku selain mendapatkan pencerahan dan pengalaman baru dari setiap perjalanan dan aktifitas yang aku laksanakan.
Setiap perjalanan, layaknya hidup ini, harus memiliki tujuan. Tanpa tujuan yang jelas sebuah perjalanan akan menjadi sebuah kesia-siaan belaka. Aku merasa sangat beruntung karena sampai saat ini aku masih diberikan banyak kesempatan untuk melakukan perjalanan dengan destinasi dan kepentingan yang beragam. Ini tentu saja membuatku memiliki kesempatan untuk menambah kapasitas "experiential knowledge" yang aku miliki, bertemu dengan orang-orang yang memiliki latar belakang budaya yang beragam, dan meningkatkan kesadaran empirisku baik sebagai individu maupun sebagai dosen yang memiliki ketertarikan yang sangat kuat terhadap dunia penelitian. Sebuah perjalanan selalu bermakna bagiku. Tak ada hal yang lebih indah selain melakukan sebuah perjalanan yang diiringi rasa cinta akan kehidupan...SEMOGA
Senin, 23 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar