Jumat, 20 November 2009

KLa

Ya KLa Project, atau sekarang trio Katon Lilo Adi ini menamakan kebersamaan dirinya dengan nama "KLa Returns". KLa adalah band Indonesia pujaanku sejak aku berumur 13 tahun. Jadi selama ini aku telah menjadi salah satu fans berat mereka selama kurang lebih 14 tahun. Sebuah loyalitas yang dahsyat bukan untuk seorang fans bukan? :)Aku bahkan punya semua koleksi CD dan kaset KLa (ga boong lho!)
Di permulaan minggu ini tiba-tiba saja hati ini terketuk untuk memutar lagu-lagu hits KLa. Malahan minggu ini aku tak tergerak untuk memanjakan inderaku dengan iringan musik dari band lain (selama kurang lebih dua tahun ini aku memperluas genre musikku. Saban pagi, siang, dan petang, aku menyempatkan diri untuk menikmati alunan musik KLa yang dinamis bercampur dengan lirik lagu yang puitis. Tak ada yang lebih indah selain mendengarkan lagu KLa:) Aku tak mengerti kenapa pula jari-jari ini nampak tergerak begitu saa untuk menuliskan sesuatu tentang KLa. Apa mungkin ini disebabkan karena KLa akan menggelar konser akbar lagi di akhir tahun ini (red: 4 Desember 2009)? Konser tersebut kabarnya merupakan simbolisasi kembalinya Lilo kedalam formasi KLa yang selama ini kita kenal. Konser ini juga menandai kiprah bermusik mereka di Indonesia selama kurang lenih 20 tahun. Entahlah. Aku hanya kangen berat sama lagu-lagu KLa...
Ketika aku berumur 13 tahun (kelas satu SMP) aku untuk pertama kalinya jatuh cinta pada musik KLa. Padahal, saat itu teman-teman sebayaku sedang gandrung sama lagu-lagu Slank, Gigi, dan Dewa 19. Aku satu-satunya siswa di kelasku yang jatuh cinta pada KLa. Nampaknya aku tak salah menjatuhkan pilihanku.
Sejak musik KLa mengisi deru hidupku aku mampu menjalani dinamika hidup dengan lebih positif. Kata-kata yang puitis dan romantis ternyata malah membuatku semakin mempertajam kapasitas berbahasaku. Musik yang lembut ternyata tidak membuatku "lebai". Ada nuansa yang begitu dinamis dalam musik KLa yang membuatku tidak pernah bosan dengan mendengarkan lagu-lagunya. KLa menyuguhkan musik yang memang sesuai dengan atmosfer jiwaku. Inilah yang membuatku tak bisa melupakan KLa.
Suatu saat kelak akan kuperdengarkan lagu-lagu KLa pada anak-anakku, Shanindya dan Beryl. Semoga saja KLa bisa terus berkarya tanpa lelah. Aku ingin karya-karya mereka menemani setiap perjalanan kehidupanku ke manapun aku pergi, ke mana pun aku berpetualang hingga tulang ini merapuh...semoga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar